Go Away from My Brother, Evil !!! Ch 4-End

swithya_chan’s fanfiction

[Jiyong-Soora] Go Away From My Brother. Evil!

Main Cast : Choi Soora, Kang Hyesoo, Choi Seunghyun (Big Bang), Kwon Jiyong (Big Bang)
Other Cast : Seungri (Big Bang), Young Saeng (SS501)
Genre : Family, Romance | Rated : PG 15 | Length : Chapter
Disclaimer : Terinspirasi dari film “You Again”

Yakk… Kang Hyesoo!!” seru Soora pada seorang perempuan yang berdiri di tepi tebing.

Beberapa jam lalu saat dia ke kamarnya dan Hyesoo, dia tak menemukan perempuan itu. Padahal menurut bibi Hyesoo, keponakannya itu belum keluar kamar sejak siang. Karena itulah, Soora dan keluarganya kalang kabut mencari Hyesoo. Terlebih setelah bibinya mengatakan jika Hyesoo mengalami depresi sejak kecelakaan yang menimpanya dan orang tuanya, Soora dan keluarganya semakin cemas. Cemas jika Hyesoo melakukan hal-hal gila.

Namun syukurlah setelah beberapa jam mencari, Soora bertemu seorang penduduk sekitar yang melihat seorang perempuan dengan ciri-ciri yang sama seperti Hyesoo. Dia bilang jika dia melihat perempuan itu sedang bediri di tepi tebing. Karena itulah, Soora bisa sampai di tempat ini.

“Berhenti!! Jangan melakukan hal bodoh!!” teriak Soora lagi. Perempuan itu tak merespon, malah melangkahkan kakinya semakin mendekati tebing. Segera Soora berlari ke arahnya dan mencekal lengan perempuan itu.

Plak!!’

Soora menamparnya. “Kau gila, huh?!!!”

Wae?!!” teriak Hyesoo histeris. “Kenapa kau menolong iblis sepertiku ini?!!!”

Soora terdiam, menyesal karena menamparnya. “Mianhae, aku tak bermaksud menamparmu,” gumamnya pelan.

Hyesoo menggeleng. “Aku pantas menerimanya. Aku orang yang mengerikan. Aku orang yang kejam. Aku tak pantas hidup. Aku…” Perempuan itu mulai menangis. “Maafkan aku, Soora. Maaf…” Kang Hyesoo yang terduduk di depannya ini tampak rapuh tidak seperti Kang Hyesoo yang mem-bully-nya dulu, membuat Soora semakin menyesal.

***

Kedua sudut bibir Jiyong tertarik ke atas saat melihat dua sosok perempuan tak asing tampak di tepi pantai. “Ayo, Seungri! Kita kembali saja.”

“Tapi Hyung, apa tak masalah kita meninggalkan mereka berdua?” Seungri tampak tak yakin. Dia mengamati dua orang perempuan yang tampak sedang membicarakan sesuatu.

“Tak apa. Percayalah pada Soora.” Dia yakin jika gadis itu dapat mengatasinya dengan baik.

***

“Aku iri padamu.”

Soora menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah Hyesoo yang tampak berjongkok, bermain pasir di bawahnya. Sekarang mereka berada di pantai, sedang menuju perjalanan kembali ke rumah.

“Kau memiliki keluarga yang menyayangimu.”

Soora tak berkomentar. Dia menunggu Hyesoo melanjutkan ucapannya.

“Aku melihat mereka mengantarmu saat berangkat sekolah. Itu membuatku iri. Mungkin karena itu dulu aku sering melakukan bully padamu.”

“Mungkin?” ulang Soora, heran.

Hyesoo mendongakkan kepalanya, menatap Soora yang berdiri di sampingnya. “Bukankah sudah aku bilang jika aku mengalami amnesia setelah kecelakaan?”

“Eh? Tapi bagaimana bisa kau mengingatnya? Kejadian saat di acara MT?” Soora semakin tak mengerti.

Hyesoo kembali menundukkan wajahnya. “Sejak bertemu denganmu, aku mulai bisa sedikit mengingatnya,” ujarnya. “Dan semakin aku ingat, aku semakin malu dengan diriku. Aku benar-benar orang yang mengerikan.”

“Kenapa kau tak mengatakannya dari awal?”

Hyesoo terdiam cukup lama. “Karena aku takut kehilangan Seunghyun Oppa.”

Soora menatap Hyesoo. Dia semakin merasa bersalah karena memisahkan dua orang yang saling mencintai itu. “Apa kau mencintai Seunghyun Oppa?”

Hyesoo mengangguk pelan. “Dia lah satu-satunya orang yang membuatku bertahan hidup.”

Soora menarik nafas panjang. “Baiklah.”

“Jadi kau memaafkanku?” Hyesoo mendongakkan wajahnya, menatap Soora penuh iba.

He’em..” Soora menggangguk, menatap lurus ke arah pantai yang ada di depannya.

Hyesoo menyodorkan tangannya. “Teman?”

Shireo.” Soora menggeleng segera, kemudian menolehkan kepalanya perlahan. Dia menyambut uluran Hyesoo sambil bergumam, “Saudara.”

Segera Hyesoo melepas uluran Soora dan segera memeluknya dengan erat-erat. “Gomawo, Soora. Gomawo..,” ucapnya sambil terisak kembali.

Soora menghela nafas pelan. Perasaannya jauh lebih baik sekarang.

***

“Baiklah. Ini misi baru.” Soora tampak serius. Dia menatap Seungri dan dua anggota tim barunya, Jiyong dan Hyesoo secara bergantian. “Jadi begini rencananya… Yakk, Hyesoo-ya! Lepaskan tanganmu. Kau membuatku susah bernafas.”

Hyesoo merengut seraya menurunkan tangannya yang ada di leher Soora. Jiyong hanya tersenyum simpul. Sedangkan Seungri tampak takjub karena sepasang mantan musuh bebuyutan itu sekarang tampak seperti sepasang saudara kembar yang tak terpisahkan.

“Begini..” Soora melanjutkan kembali. “Hyesoo-ya, kau harus bicara dengan Appa dan Eomma. Katakan jika kalian akan tetap menikah,” ucapnya pada Hyesoo, kemudian beralih pada Jiyong. “Sunbae, tolong segera cari tahu dimana Oppa sekarang. Dan kau, Seungri-ya, tolong bantu Appa dan Eomma untuk mempersiapkan pernikahan besok. Aku akan kembali ke Seoul malam ini. Aku harus mengecek apartemen Oppa di sana terlebih dahulu.”

Mwo? Besok?” teriak Hyesoo dan Seungri bersamaan.

Soora mengangguk.

“Tapi bagaimana jika kau tak bisa menemukan Oppa?” Hyesoo menatap Soora.

Soora terdiam sesaat. “Mungkin kau harus mencari mempelai laki-laki yang lain.”

Yakk!!” seru Hyesoo sembari mendelik kesal kemudian melirik ke arah Jiyong sekilas. “Ahh, baiklah. Jika kau tak segera menemukan Hyun Oppa, aku akan menjadikan Jiyong Sunbae mempelaiku.”

Mwo?!” Soora membelalakan matanya. “Yakk!!”

ooOoo

‘Hyun Joong Hyung baru saja mengabariku jika Seunghyun Hyung ada di apartemennya.’

Sederet pesan dari Jiyong diterima Soora begitu dia mengaktifkan ponselnya setelah sampai di Gimpo Airport. Segera dia mencari nomer ponsel teman kakaknya itu di kontak ponselnya. Seingatnya saat majalahnya bekerja sama dengan Hyun Joong, dia pernah menyimpan nomer ponsel laki-laki itu. “Ini dia,” gumamnya menemukannya.

Yeoboseyo, Soora-ya.”

Oppa, apa Seunghyun Oppa ada di sana?”

Ne. Dia ada di sini. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku baru saja akan berangkat ke Jeju, tapi tiba-tiba dia datang.”

“Cerita yang panjang. Mmm, apa Oppa bisa menahannya sampai aku datang ke sana?”

Geurom. Cepatlah ke sini.”

Ne. Gomawo!” Soora segera mempercepat langkahnya menuju salah satu taksi. “Ahjussi, bisa tolong antarkan aku ke…”

***

Oppa!!!”

Seunghyun menatap Soora. Dia cukup terkejut melihat kedatangan adiknya itu. Lalu dia menatap Hyun Joong dengan kesal. Pantas saja kawannya itu tidak mengijinkannya pergi, ternyata….

“Sebaiknya aku pergi dulu. Sampai nanti.” Hyun Joong menatap Seunghyun sekilas, lalu beralih ke Soora seraya berbisik, “Semoga berhasil.”

Soora mengangguk pelan seraya mengucapkan terima kasih, lalu beralih ke laki-laki sedang duduk di sofa. Laki-laki itu terlihat kacau dengan kaos dan jeans lusuh serta rambut berantakan dan lingkaran hitam di bawah matanya. “Oppa, kumohon.”

“Pergilah.”

Oppa, jangan seperti ini,” mohon Soora.

Seunghyun menghela nafas panjang. “Kenapa kau tak mengatakan pada Oppa, huh? Jika kau mengatakan dari awal, Oppa tak akan melangkah sejauh ini.”

Soora menundukkan kepalanya. “Mianhae.”

Aniya. Kau tak perlu meminta maaf, kau tak melakukan kesalahan. Ini semua kebodohanku karena bisa terjebak ke dalam perangkap perempuan itu.”

Aniya!!” Soora mendekati Seunghyun. “Dia sudah berubah, Oppa. Dia bukan lagi Kang Hyesoo yang dulu. Aku yang salah.” Soora mencoba menjelaskan. “Karena itu, aku mohon ikutlah aku kembali ke Jeju.”

Seunghyun memalingkan wajahnya. “Shireo.”

“Apa Oppa ingin mempermalukan Hyesoo dengan meninggalkannya di altar sendirian?” Soora menaikkan nadanya beberapa oktaf. Dia benar-benar tak sabar. Waktunya hanya tinggal 2 jam lagi.

“Aku tak peduli.”

“Bukankah Oppa mencintainya?”

Ani.”

Dengan tak sabar Soora meraih kepala Seunghyun, memaksa laki-laki itu menatapnya. “Dasar, Oppa pembohong,” tukas Soora melihat air mata terlihat menyeruak dari kedua mata kakaknya.

***

“Ya, saya bersedia.”

Soora tersenyum lebar mendengar ucapan Hyesoo yang tampak cantik dengan balutan wedding dress berwarna putih gading. Dia menghela nafas pelan. Perasaannya terasa lebih ringan sekarang. ‘Hyesoo-ya, tolong jaga Oppa,’ ucap Soora dalam hati.

“Soora-ya…”

Soora mengernyitkan kening, melihat kedatangan Daesung. “Ne?”

“Bagaimana jika kita segera menyusul mereka?”

Soora membulatkan mata. “Hahaha… Kau lucu sekali,” tawanya garing.

“Aku serius.” Tiba-tiba Daesung meraih kedua tangannya, membuat Soora bergidik. “Aku benar-benar mencin-”

“Maaf, tidak etis rasanya jika kau melamar calon mempelai orang lain.”

Lagi-lagi Soora membulatkan matanya, namun kali ini akibat Jiyong yang merebut tangannya dari Daesung dan merengkuh perempuan itu ke dalam pelukan posesifnya.

***

Seorang perempuan menatap dua map coklat yang ada di tangannya. “Hahh…” Dia menghela nafas panjang, lalu melempar ke dua benda itu ke tong yang menampakkan lidah api di sana.

“Apa yang kau lakukan?”

Perempuan itu menengadahkan wajahnya, menatap si pemilik suara itu. Seulas senyum segera terlihat di bibirnya begitu melihat sosok itu. “Mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu.”

Perlahan laki-laki itu mengangkat tangannya, menepuk puncak kepala perempuan itu. “Kau melakukannya dengan baik.”

ooOoo

Epilog

Setahun kemudian…

Aigo, uri jokha….” Soora tersenyum lebar pada dua aegy yang tampak terlelap di atas ranjang.

YakkSunbae, lihatlah. Uri Soora begitu menginginkan bayi. Cepatlah melamarnya. Jika tidak aku akan memanggil Daesung untuk menikahinya,” celoteh Hyesoo pada Jiyong yang berdiri di belakang Soora.

Uri jokha, Gomo harap kalian tidak memiliki sifat buruk eomma-mu ya? Cukup dahi lebar eomma kalian saja yang kalian miliki,” balas Soora sembari mengusap pelan dahi kedua keponakan barunya itu bergantian.

Hyesoo mendengus kesal. “Yakk!!”

“Oh, kau dengar, uri jokha? Teriakan eomma kalian mengerikan bukan?” ujar Soora lagi pada keponakan barunya.

Terdengar Seunghyun berdecak pelan. “Sudah.. Kalian berdua ini benar-benar,” lerainya.

“Sebaiknya kami pulang dulu, Hyung. Besok kami akan ke sini lagi.” Jiyong akhirnya membuka suara.

“Aku juga, Hyung. Siang ini aku ada kelas.” Seungri ikut bersuara.

Seunghyun mengangguk. “Ne. Terima kasih sudah berkunjung.”

“Soora-ya, jika kau ke sini tolong bawakan majalahmu ya,” ujar Hyesoo saat Soora akan keluar dari kamar itu. “Aku benar-benar bosan di sini.”

“Baiklah, kakak ipar!” seru Soora sembari melambaikan tangannya. “Waeyo, Seungri-ya? Kenapa menatapku seperti itu?” ucap Soora melirik Seungri yang terus menatapnya sejak mereka keluar dari kamar inap Hyesoo.

“Hanya sedikit aneh. Setahun lalu, Noona berusaha mati-matian menyingkirkan Hyesoo Noona. Tapi sekarang kalian seperti sepasang saudara kembar,” tukas Seungri takjub.

Soora tersenyum simpul. “Benarkah?” Aneh memang, tapi begitulah yang terjadi. Dia pun tak pernah menyangka jika hubungannya dan Hyesoo bisa menjadi seperti ini. “Oh ya, kau ingin kami antar atau berangkat sendiri?”

“Sendiri saja, Noona. Ada seseorang yang perlu aku jemput.” Seungri tersenyum lebar.

Soora mengangguk-angguk mengerti. Dia yakin jika yang dimaksud sepupunya itu adalah gadis yang dia kenalkan padanya beberapa hari yang lalu. “Arra.. Arra.. Hati-hati di jalan.”

Ne. Aku pergi dulu, Noona, Hyung!” Seungri melambaikan tangannya, berjalan menjauh dari Soora dan Jiyong.

Kajja!” ajak Jiyong. Mereka pun segera berjalan ke arah parkir.

Soora melirik ke arah Jiyong yang sekarang telah duduk di belakang kemudi. Dia merasa jika Jiyong menjadi lebih pendiam hari ini. Apa karena ucapan Hyesoo tadi? Aish. Kakak iparnya itu memang terlalu banyak bicara. “Sunbae,” panggil Soora hati-hati.

Mmm..”

Mianhae…

Ne?”

“Abaikan saja ucapan Hyesoo tadi. Dia memang suka asal bicara.”

Jiyong masih diam, seperti memikirkan sesuatu. Terdengar laki-laki itu menghela pelan sembari menoleh ke arah Soora, “Soora-ya, ayo kita menikah!”

Soora terdiam, tampak syok.

“Aku tahu, aku bukan laki-laki sehebat Seunghyun Hyung atau atau sekaya Daesung yang bisa memberimu banyak hal. Aku juga tak tahu apa aku bisa membahagiakanmu nantinya.” Jiyong kembali berbicara. “Tapi aku akan mencoba dan berusaha melakukannya, karena aku benar-benar mencintaimu, Soora.”

Soora masih terdiam, menahan nafas beberapa saat.

“Jadi?”

Soora mengangguk, tanpa suara. Lidahnya terasa kelu dan jantungnya bergejolak hebat.

Jiyong tersenyum sekilas, lalu merengkuh Soora ke dalam pelukannya. “Mianhae, aku belum menyiapkan apa-apa. Ucapan Hyesoo benar-benar membuatku gila,” bisiknya.

Soora menggeleng pelan. “Aniya, Sunbae. Ini sempurna, sangat sempurna.” Soora tersenyum lebar. Akhirnya kehidupannya benar-benar sempurna.

END

Iklan

One thought on “Go Away from My Brother, Evil !!! Ch 4-End

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s