Go Away from My Brother, Evil !!! Ch 3

swithya_chan’s fanfiction

Go Away From My Brother

Main Cast : Choi Soora, Kang Hyesoo, Choi Seunghyun (Big Bang), Kwon Jiyong (Big Bang)
Other Cast : Seungri(Big Bang), Youngbae(Big Bang), Gong Minji (2NE1)
Genre : Family, Romance | Rated : PG 15 | Length : Chapter
Disclaimer : Terinspirasi dari film “You Again”
Chapter :
III

“Aku sudah mendengar semuanya dari Seungri.”

Soora tercekat mendengar ucapan Jiyong, membuat gadis itu tak bisa berkata-kata. Dia meremas erat cangkir berisi hot choco di tanganya.

“Tolong hentikan semuanya,” ujar Jiyong kembali.

Shireo.” Akhirnya Soora bersuara. “Aku tak akan membiarkannya mengacaukan hidupku lagi.” Soora menundukkan wajahnya, berusaha menghindari tatapan Jiyong.

“Soora-ya, itu hanya akan menyakiti dirimu, bahkan Seunghyun Hyung juga keluargamu.”

Soora menggeleng. Dia sudah mengeraskan hatinya.

“Dia sudah berubah, Soora. Dia bukan Kang Hyesoo yang dulu.”

Soora meletakkan cangkir di tangannya cukup keras. “Ternyata bukan hanya Oppa, Appa dan Eomma. Sunbae juga..” Soora menatap Jiyong sekilas lalu beranjak dari tempatnya, segera meninggalkan Jiyong di dapur sendirian.

Jiyong mengacak rambutnya dengan frustasi menyadari tatapan nanar gadis itu. Ini ketiga kalinya dia mendapati gadis itu menangis. Dan lagi-lagi dia tak melakukan apa-apa.

*

Jiyong sedang membaca buku di taman sekolah, saat melihat sesosok perempuan berkacamata tampak mencari sesuatu. Dia mengenalnya. Choi Soora, hoobae-nya yang sering diam-diam mengikutinya.

“Yakk…. Choi Soora!!! Lihat ke sini.”

Jiyong melihat segerombolan gadis memanggilnya dari balkon.

“Aw-”

Terlambat. Soora telah basah kuyub akibat guyuran air dari mereka. Gadis itu menundukkan wajahnya, tampak menyembunyikan tangisnya.

“Hahaha!!” Terdengar tawa dari gadis-gadis itu.

“Yakk… Kalian!!!” teriak Jiyong, membuat gadis-gadis itu segera kabur. Jiyong memutar kepalanya, mencari Soora tapi gadis itu telah pergi.

*

Jiyong tampak sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk acara MT besok. Yahh, beberapa guru meminta bantuannya untuk persiapan acara MT untuk para hoobae-nya.

“Eh, ada tontonan yang menarik!”

Seruan beberapa hoobae yang tidak dikenalnya, menginterupsi kegiatannya. Dia pun mengikuti mereka karena penasaran.

“Wah, benar-benar gila!!”

“Mereka melakukannya?”

Jiyong mencoba mencari tahu apa yang terjadi, namun kerumunan hoobae-nya menghalangi pandangannya. “Youngbae-ya, apa ada sesuatu yang terjadi?” tanyanya pada seorang hoobae yang dia kenal.

“Oh, Jiyong Hyung! Hanya kegilaan Hyesoo dan teman-temannya.”

“Maksudmu?”

“Dia menyuruh Daesung mencium Soora.”

“Mwo?!” Segera Jiyong menyusup kerumunan itu. “Permisi,” gumamnya pada seorang hoobae bertubuh tambun. Akhirnya Jiyong melihatnya. Choi Soora. Gadis itu tampak berusaha menahan tangis. Seorang perempuan mendekatinya. Dia tampak mengatakan sesuatu, tapi sayang dia tak bisa mendengarnya.

“Sunbae…” Seseorang memanggilnya. Gong Minji, salah satu hobbae perempuan yang cukup dikenalnya.

“Ne? Ada apa?”

“Kim Seonsaengnim mencari Sunbae.”

Jiyong menatap Soora beberapa saat, lalu segera meninggalkan tempat itu.

ooOoo

“Sial! Kenapa dia tak mengangkat telefonku?” rutuk Soora. Dia menghentakkan kakinya kesal, membuat pasir-pasir mengenai Seungri yang sedang berbaring di atas pasir.

Noona!!”

Mianhae,” ucapnya singkat kemudian kembali pada screen ponselnya, mencoba menelefon si pemilik senjata-nya. “Younbae-ya!!” serunya semangat begitu mendengar suara seorang laki-laki dari seberang, Dong Youngbae, teman sekelasnya saat di Busan. Teman sekelasnya yang dulu dijuluki cam addicted karena selalu membawa camera untuk merekam kegiatan teman-teman sekelasnya. “Bagaimana? Kau menemukannya?”

Ne, aku menemukannya. Tapi untuk apa kau mencari video-video itu?”

“Hanya untuk bernostalgia,” ucap Soora dengan menyunggingkan seringai yang membuat Seungri bergidik ngeri. “Baiklah, tolong kirimkan ke….” Soora menyebutkan alamat rumah ini. “Gunakan paket kilat. Aku membutuhkannya segera.”

“Oke. Tapi ingat janjimu!”

Geurom. Aku akan meminta tolong kenalanku untuk merekomendasikanmu,” ucap Soora mengingat janjinya pada Younbae untuk merekomendasikannya sebagai VJ di salah satu reality show. “Aku akan menghubungimu nanti. Annyeong.” Soora segera mengakhiri sambungan telefonnya.

Noona, menyerahlah,” ucap Seungri tiba-tiba. “Mereka akan menikah 48 jam lagi.”

Shireo. Tak ada kata menyerah di kamusku, Seungri-ya.”

Seungri menghela nafas pelan. Kakak sepupunya benar-benar sudah gila.

***

“Soora-ya…”

Ne!” Soora yang sedang menikmati acara Immortal Song di ruang tengah, segera beranjak berdiri untuk menghampiri ibunya yang ada di luar. “Ada apa, Eomma?”

“Ada paket untukmu.” Ibunya menyodorkan dua buah map besar berwarna coklat.

Soora tersenyum sekilas menatapnya. Kedua senjatanya sudah ada di tangannya. ‘Tamatlah riwayatmu, Hyesoo,’ gumamnya dalam hati.

“Apa itu?”

“Hanya beberapa barangku yang tertinggal, Eomma.”

“Besok lusa kan kita sudah kembali. Apa begitu penting?”

Soora mengangguk. “Aku ingin memberinya pada seseorang. Sebuah kejutan.”

“Soora-ya, bisa kita bicara?”

Ibu Soora menatap orang itu dan Soora bergantian, “Baiklah, Eomma ke dalam dulu.”

“Jika Sunbae berniat membela Hyesoo, lebih baik aku pergi.” Soora berbalik, namun Jiyong segera menahannya.

“Maaf, membuatmu seperti ini. Seandainya aku melindungi, kau tak akan mengalami hal-hal buruk seperti itu. Maafkan aku.” Jiyong menundukkan kepalanya.

Sunbae…”

“Baiklah, aku masuk dulu.”

Sunbae, apa kau tak menghentikanku?” Ucapan Soora menghentikan langkah Jiyong.

Laki-laki itu berbalik. “Apa jika aku menyuruhmu berhenti, kau akan melakukannya?” ujarnya sembari tersenyum pada Soora. Senyuman yang sejak dulu selalu membuat dadanya berdebar seperti sekarang ini. “Aku rasa tidak.”

Soora terdiam.

***

Hari semakin larut, namun Soora masih terjaga. Banyak hal bergelayut di pikirannya, membuatnya belum bisa terlelap. Perlahan dia membuka salah satu map yang diterimanya tadi sore. Sekitar 20 foto terdapat di sana. Foto yang menampilkan Hyesoo dengan Daesung. Sesekali dia bergidik melihat foto saat mereka melakukan french kiss. ‘Menjijikan,’ desisnya dalam hati. Entah apa yang mereka pikirkan saat mengambil foto seperti ini. Segera dia mengembalikan foto-foto itu ke dalam map dan memasukkannya ke dalam laci.

Soora beralih ke map keduanya. Dia membukanya dan mengambil salah satu benda yang ada di sana, lalu memasukkannya ke dalam DVD room yang ada di laptop miliknya.

“Lihat gadis bodoh itu. Penampilannya mengerikan.”

Soora menelan ludah begitu melihat sosoknya di screen laptopnya dan mendengar suara Hyesoo. Dia masih ingat. Itu adalah tahun pertamanya.

‘Brukk.’

Soora meremas tangannya. Sekarang sosoknya di video itu tampak terjatuh akibat ulah kaki Hyesoo. Tak tahan melihat kebodohan dirinya, Soora segera mempercepatnya.

Noona, apa itu kau?” Suara Seungri tiba-tiba terdengar. Dia menjulurkan kepalanya, mencoba melihat rekaman itu lebih jelas. “Itu.. Hyesoo Noona?”

Soora tak menjawab. Perhatiannya sudah tersita dengan sosoknya yang sedang dilempari tomat busuk oleh Hyesoo.

“Awas saja jika kau melaporkan pada guru jika aku merokok.”

Noona…”

“Seungri-ya, bisa kau tidur di kamar Seunghyun Oppa?” gumam Soora. Dia memang sedang berada di kamar Seungri. “Aku ingin sendiri.”

Mmm… Baiklah.” Perlahan Seungri beranjak dari ranjangnya, meninggalkan Soora yang berada di atas karpet sambil bersandar dengan sisi ranjangnya dan masih terpengkur dengar laptopnya.

ooOoo

Soora mengintip situasi di pantai di belakang rumah ini dari jendela kamar kakaknya. Orang-orang terlihat sibuk di sana. Yahh, kakaknya memilih tempat itu untuk menjadi saksinya saat mengikrarkan janji pernikahannya nanti.

Soora menarik nafas beberapa kali, mencoba berfikir apa hal yang telah dia lakukan ini adalah jalan terbaik. Dia mengalihkan perhatiannya ke pigura yang memperlihatkan foto pre wedding Seunghyun dan Hyesoo. Kakaknya tampak tersenyum cerah, begitu pula dengan Hyesoo. “Mianhae. Ini demi kebaikan Oppa,” ujarnya meletakkan sebuah benda tipis berbentuk lingkaran di sebelahnya.

***

“Oh ya, dimana Seunghyun?”

“Biar aku saja yang mencarinya, Eommonim. Mungkin Oppa ada di kamarnya.” Hyesoo beranjak dari kursinya, meninggalkan keluarganya dan calon keluarga barunya di ruang makan. “Oppa, kau ada di dalam?” Hyesoo mengetuk pintu kamar calon suaminya perlahan. Tak ada jawaban, namun dia mendengar suara dari dalam sana. Hyesoo mendorong pintu itu pelan. “Oppa, makan siang sudah siap. Ayo kit-”

“Yakk.. Singkirkan camera itu, Youngbae-ya!!”

“Shireo.”

“Aish, jinjja. Kau ingin mati, huh?”

“Ayo, cepat katakan sesuatu, Hyesoo-ya. Ini untuk dokumentasi terakhir untuk tahun pertama kita.”

Op-pa.. tolong matikan itu,” pinta Hyesoo melihat dirinya di layar notebook milik Seunghyun.

“Baiklah. Annyeong, Kang Hyesoo imnida. Yahh, harusnya aku tak perlu memperkenalkan diri karena aku yakin kalian pasti mengenalku. Emm, apa yang harus aku katakan lagi ya? Oh ya, apa kalian ingin tahu hal yang paling menarik yang bisa kalian di sekolah?”

“Yakk.. Sudahlah, kenapa kau suka mengganggunya?”

“Soora-ya, berbaliklah!”

“Eh, apa yang kau lakukan?”

“Hahahaha!!! Lihat, ini menarik bukan?”

“Ap-pa ini?”

“Wow, rambutmu jadi lebih bagus dengan permen karet itu.”

Panik, Hyesoo mengambil notebook itu dan membantingnya. Air mata sudah menggenangi kedua matanya.

“Apa ini dirimu yang sebenarnya?”

Hyesoo menggeleng.

“Melemparinya tomat, menendangnya, bahkan membuatnya di-skors karena contekan milikmu,” gumam Seunghyun perlahan. “Ya Tuhan! Hampir saja aku menikahi seorang iblis.”

***

“Eh, ada apa?”

Soora menarik nafas panjang begitu melihat kepergian beberapa orang di sekitarnya setelah mendengar suara keras dari lantai 2. Perlahan dia mengambil gelas berisi air di hadapannya, tenggorokannya tiba-tiba terasa kering.

Dua pasang mata memperhatikannya dalam diam. Jiyong dan Seungri.

***

“Apa kau berhasil menghubunginya?”

Jiyong mengalihkan pandangannya dari ponselnya, menggeleng pelan ke arah seorang wanita separuh baya di hadapannya.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Sekarang giliran pria di sebelahnya yang bersuara. Pria itu terlihat lelah.

Jiyong mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang akhir-akhir memenuhi otaknya. Tak ada.

“Oh ya, dimana Hyesoo?” Wanita tadi yang merupakan ibu dari Seunghyun dan Soora tampak bertanya pada wanita yang beberapa hari ini baru dia ketahui sebagai bibi dari Hyesoo.

“Di kamar. Dia mengunci diri di sana sejak tadi siang.”

“Ya Tuhan..”

***

Soora menatap deretan kursi dan meja di depannya dengan pandangan kosong. Semuanya telah berakhir. Dia sudah menghancurkannya.

Tapi kenapa dia merasa bersalah? Bukankah ini yang dia inginkan?

Hahh…” Suara helaan nafasnya seakan tenggelam bersama suara deburan ombak.

***

“Choi Soora, Appa menunggumu. Cepat masuk.” Suara ibunya menyambut Soora saat dia kembali.

Soora mengernyitkan kening. Tatapan ibunya sedikit berbeda dari biasanya, tampak dingin dan kecewa. Ada apa sebenarnya? Jantungnya berdebar kencang saat mengikuti ibunya masuk ke ruang tengah. “Appa, ada apa ini?” Soora memutar kepalanya. Tak ada orang lain di sini selain mereka.

“Duduklah,” perintah ayahnya. Sama seperti ibunya, ayahnya juga terlihat berbeda. Pria itu menatap Soora dengan sorot mata penuh kekecewaan. “Ini milikmu?”

N-ne,” gumam Soora sedikit tergagap melihat ayahnya menyodorkan benda tipis berwarna hitam metallic itu. Ponselnya. Kenapa ayahnya bisa membawa ponselnya? Apa dia meninggalkan ponselnya di sini?

Ayahnya menghela nafas, terdengar berat. “Seseorang bernama Youngbae menelefonmu.”

Soora menahan nafas, berharap hal buruk yang menyusup ke kepalanya sekarang ini tidak terjadi.

Appa benar-benar kecewa padamu.”

Semuanya telah terbongkar. Soora menundukkan kepalanya. Matanya mulai memanas. Ini pertama kalinya ayahnya mengatakan hal seperti itu.

“Kau sudah dewasa, Soora. Seharusnya kau bisa membicarakannya dengan baik-baik, tidak perlu sampai menyakiti kakakmu seperti ini.”

Soora tak bisa menahannya lagi. “Mianhae, Appa… Eomma…

***

Jiyong menghampiri seorang gadis yang sedang menatap pantai dari jendela kamar ini. “Minumlah..”

Sunbae,” panggilnya setelah beberapa saat menerima cangkir berisi teh hangat yang diberikan Jiyong. “Dimana Oppa?”

“Sepertinya dia sudah kembali ke Busan.”

Eotthoke? Aku sudah menyakiti semuanya. Appa… Eomma… Oppa….” Perlahan air mata mengalir dari kedua matanya. Tubuhnya bergetar kembali karena isakannya.

Jiyong menepuk kepala gadis itu perlahan. “Aku yakin, kau tahu apa yang harusnya kau lakukan.”

Soora terdiam sesaat, kemudian berkata, “Hyesoo. Dimana dia?”

TBC

Iklan

One thought on “Go Away from My Brother, Evil !!! Ch 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s