Bittersweet

Title :
Bittersweet

Author :
swithya_chan

Cast :
Park Jihye (OC)
Andy Lee (SHINHWA)

Genre :
Romance, Hurt, Songfict

Song :
Someone Like You – Adele

Rating:
General

Length :
Drabble

Disclaimer :
This story is mine

Author’s note :
Annyeong… FF ini kelanjutan dari drabble I’ll be Fine. Sebel krn cast’nya om-om?? Eitss… jangan protes dulu!! Liat dulu Shinhwa Broadcast, pasti kalian tahu kenapa mereka patut dicintai. Hhihihi….
Oh ya, di sini juga ada special appearance dari main cast FF drabble songfict sebelumnya^^

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Who would have known how bittersweet this would taste?

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Happy Reading!!^^

Aku menahan nafas beberapa saat begitu kedua iris mata menangkap bayangan sesosok wanita berbalut dress putih panjang berbahan sutra yang tak lain adalah sang mempelai wanita. Suara dentingan piano yang memainkan Walk in Love milik Robert J. Powell terdengar saat mempelai wanita itu melangkah dengan anggun menuju sosok pria yang tampak tampan dalam tuxedo berwarna putih yang berdiri di depan altar. Aku meremas Gucci wallet milikku pelan saat sang mempelai pria meraih tangan mempelai wanita, menyatukan jari-jari mereka dengan eratnya.

Aku memejamkan mata, mencoba menghalau suara sang pendeta yang memulai wedding ceremony ini. Nafasku terasa begitu berat saat indera pendengaranku menangkap ucapan ‘ya, saya bersedia’ dari mempelai laki-laki dan terasa 2 kali lebih berat saat mempelai perempuan mengucapkannya.

Jesus, give me strength...,’ bisikku begitu aku menyibakkan kedua kelopak  mataku dan menemukan kedua mempelai tampak menautkan bibir mereka.

***

Aku menatap sweet corn soup di depanku dengan bosan. Sup yang awalnya dipenuhi uap mengepul di atasnya sekarang terasa dingin setelah sedaritadi aku hanya mengaduk-aduk tanpa berniat menyuapkan ke dalam mulutku. Sebenarnya pesta pernikahan Andy dan Yonhee bukanlah tipe-tipe pernikahan yang membosankan, bahkan bisa dikatakan meriah. Apalagi setelah penampilan penyanyi Ailee yang merupakan pengisi utama di  acara ini. Hanya saja…

“Jihye-ya..”

Aku mendongakkan wajahku, mencari pemilik suara yang memanggil namaku itu. Aku tersenyum kecil mendapati seorang perempuan cantik tersenyum lebar ke arahku. Han Taerin, salah satu teman seangkatanku semasa senior  high school. Dia tampak cantik dengan lace dress yang melekat sempurna di tubuhnya.

“Aku kira kau tak datang..”

Lagi-lagi aku tersenyum kecil. Tak mengherankan jika dia berpikir seperti itu, mengingat hubunganku dengan Andy dulu. “Bagaimana kabarmu?” Aku mencoba mengalihkan perhatiannya dari pembicaraan mengenai masa lalu. Mood-ku terlalu buruk membicarakan hal-hal itu.

“Baik. Kau bagaimana?”

Aku mengangguk pelan. Kami pun membicarakan banyak hal, mengenai pekerjaan kami sampai kabar mengenai teman-teman kami seperjuangan dulu dan juga guru-guru kami.

“Kau ingat dengan Kim Seongsaenim?

Aku mengangguk-angguk. Wajah garang Kim Seongsaenim langsung melintas di benakku. Kejadian saat aku dihukum dengan lari mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali karena tak mengerjakan tugas Kimia Terapan yang beliau berikan membuatku bergidik. Guru perempuan itu lebih mengerikan dibandingkan guru laki-laki.

“Beliau akhirnya menikah dengan Lee Seongsaenim.”

“Benarkah?” Tak bisa aku bayangkan keadaan rumah tangga mereka. Lee Seongsaenim adalah guru Sejarah kami di tingkat kedua yang sifatnya berbanding terbalik dengan Kim Seongsaenim. Sikapnya yang ramah dan tenang banyak disukai oleh siswa perempuan, bahkan laki-laki. Sepertinya yang dikatakan oleh pendeta di ibadah minggu lalu mengenai pasangan hidup telah terbukti, bahwa Tuhan menciptakan manusia itu berpasangan, penuh dengan perbedaan agar dapat saling melengkapi.

Ne. Banyak teman-teman kita yang juga tak percaya,” ujarnya. “Eh.. giliran kita berfoto dan menyapa mempelai,” lanjut Hyeyeon seraya menengok ke arah belakangku. “Kau tak ikut?” tanya Taerin yang melihatku tak beranjak dari tempatku duduk.

“Aku..” Aku menelan ludah, “Kalian duluan saja. Aku akan menyusul.”

Taerin mengangguk pelan seakan mengerti. “Nanti kita mengobrol lagi, oke!”

Aku mengangguk sebelum akhirnya Taerin memutar tubuhnya dan bergabung beberapa orang yang wajahnya tentu saja familiar untukku, teman-teman satu angkatan di Kyoung Gi High School. Mereka tampak heboh dengan menggoda Andy untuk mencium mempelai wanita.

“Cium.. Cium.. Cium.. !!”

Aku mengalihkan pandanganku dengan segera, berusaha menghindari efek yang akan ditimbulkan tubuhku akibat kejadian yang terjadi selanjutnya. Aku menundukkan wajahku, memejamkan kedua mataku yang mulai memanas.

Oh, God…

It’s all so bittersweet…

END

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s