An Unexpected Holiday [Ch V]

Title :
The Unexpected Life :
An Unexpected Holiday

Author :
swithya_chan

Genre :
Romance, Friendship

Length :
Chapter

Rating :
PG 15

Cast :
YOU as Baek Miinah (OC)
Donghae Super Junior as Lee Donghae

Disclaimer:
Beberapa scene terinspirasi dari film, novel, komik favoritku dan selebihnya imajinasiku.

Previous Chap :
[Cast + Prolog] [Teaser] [Ch 1] [Ch 2][Ch 3] [Ch 4]


Happy Reading
~Chapter V~

Eodiseo?”

Suara seseorang membuatku menelan ludah dengan berat. Jungsoo Ahjussi.. ani.. Jungsoo Oppa maksudku. Aku tak mungkin membuatnya marah jika aku ingin membantuku. Dia adalah sahabat Eomma yang sangat sentitif dengan kata ‘ahjussi,’ sama seperti Donghae. Hanya dia satu-satunya harapanku saat ini. “Oppa, bisa kau membantuku?” Aku mengulang pertanyaanku dengan suara manis.

Eodiseo?” Dia pun mengulang pertanyaannya. “Kau tiba-tiba menghilang dari apartemen dan membolos kuliah. Kau sudah mahasiswa tingkat akhir. Kapan kau berhenti bermain-main?”

Aku menarik nafas panjang, mencoba mencari kalimat yang tepat. Tak mungkin kan aku mengatakan jika aku sedang menghibur diri karena calon tunanganku berselingkuh? Itu akan menambah masalah. “Aku ada di Tokyo, Oppa.”

“Mwo? Tokyo?!” Nada suara Jungsoo Oppa menaik 1 oktaf. “Apa yang kau lakukan di sana?”

“Hanya berlibur,” jawabku mencoba menenangkan laki-laki yang sudah bekerja dengan Halmeoni sejak 10 tahun yang lalu. “Sudah lama aku tak berlibur. Apa Oppa tega melihat wajahku penuh keriput karena memikirkan tugas akhirku?”

“Baiklah.. Baiklah.. Lalu apa yang bisa aku bantu?”

“Apa Oppa bisa membantuku memblokir kartu kreditku dan mengirimkan kartu kredit yang baru dan beberapa uang cash?”

“Apa ada masalah?”

Ne. Aku sedikit mengalami masalah di sini,” ucapku hati-hati. “Tapi tenang saja, ada seorang teman yang membantuku di sini. Jadi, Oppa jangan cemas,” tambahku.

“Sebaiknya aku memberitahu hal ini pada Kim Eommonim.”

“ANDWEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku panik. Aku hampir menggigit lidahku menyadari kepanikkanku bisa membuat Jungsoo Oppa curiga. “Jebal, Oppa. Aku tak ingin Nenek cemas. Aku baik-baik saja. Aku akan segera pulang. Aku janji.”

“Baiklah jika itu keinginanmu. Cepatlah kembali dan ingat, Senin minggu depan adalah ulang tahun Eommonim. Kau harus datang dengan kekasih rahasiamu itu.”

Nafasku tertahan beberapa sekon mendengar kalimat terakhir Jungsoo Oppa. Ulang tahun Halmeoni akan menjadi hari dimana Yonghwa Oppa berencana meminta ijin untuk melanjutkan hubungan kami lebih lanjut, pertunangan. Tapi semuanya sudah berantakan. Entah apa yang harus aku katakan pada mereka mengenai kekasih rahasiaku. Yahh… aku menyebutnya seperti itu di depan Halmeoni dan Jungsoo Oppa agar mereka tak menyelidiki latar belakangnya. Aku hanya tak ingin mereka memandang Yonghwa Oppa dari latar belakangnya saja.

“Miinah-ya…

“Ne, Oppa. Aku akan segera kembali. Terima kasih untuk semuanya. Aku akan mengirimkan alamat hotel tempat aku tinggal. Oppa bisa mengirimkan kartu kreditku yang baru ke sana. Annyeong,” ucapku sebelum memutuskan sambungan. Gamsahamnida, ujarku seraya mengembalikan ponsel Donghae.

“Jadi?”

“Masalah selesai.”

..*0*..

“Hae-ssi, terima kasih atas makan malamnya.” Aku membungkukkan badanku setelah kami berdua keluar dari restoran yang selalu kami kunjungi sejak kami berada di sini. “Seharusnya kau tak perlu mentraktirku lagi. Jungsoo Oppa sudah mengirimiku uang cash juga kartu kredit.”

“Kalau begitu, kau harus ganti mentraktirku.” Donghae memamerkan senyumnya. “Bagaimana kalau kita ke sana?” Donghae menunjuk sebuah menara yang dihiasi lampu berwarna oranye. Tokyo Tower. “Kajja!!”

***

Yeppeuda!” pekikku melihat view di depan mataku. Indah. Bangunan-bangunan di Tokyo terlihat seperti negri liliput. Aku seakan menjadi Gullivers.

“Oh ya, oppa yang kau hubungi tadi siang itu kekasihmu?”

“Jungsoo Oppa? Aniya.” Aku dan Jungsoo Oppa? Aish, tidak bisa aku bayangkan.

Donghae menatapku penuh selidik, “Sepertinya hubungan kalian sangat dekat. Kau bahkan menghubunginya, bukan ayah atau ibumu. Kalian berkencan?”

Aniya! Seleraku tidak  setua itu. Dia teman ibuku. Hanya saja dia tak mau jika aku memanggilnya ahjussi. Katanya, dia masih terlalu muda untuk dipanggil ahjussi. Sama sepertimu.”

Donghae hanya tersenyum menanggapi penjelasanku.

“Mengenai Appa dan Eomma..” Aku menghela nafas pelan, “…mereka sudah meninggal sejak aku kecil.”

“Maafkan aku.”

Aku menggeleng. “Gwaenchanayo. Aku masih punya seorang Halmeoni yang sangat hebat. Hanya saja beliau sedikit kolot. Karena itu aku tidak menghubunginya, aku tak mau membuatnya cemas.”

Ne, aku bisa mengerti. Nenekku juga sangat kolot. Tapi mau bagaimana lagi? Begitulah orang yang lebih lama hidup dibanding kita. Mereka selalu berpikir jika kita masih kurang berpengalaman.”

Aku mengangguk-angguk, menyetujui pernyataannya.

“Oh ya, kalau boleh tahu berapa usiamu?”

“Tahun ini, 21.”

“Berarti kau harusnya memanggilku oppa, aku 29.”

Oppa? Apa kau tidak salah? Harusnya aku memanggilmu ahjussi,” ujarku seraya tergelak.

Yakk, memangnya tampangku sudah setua itu.” Donghae memanyunkan bibirnya dengan kesal. Aku hanya tertawa melihat ekspresinya.

***

“Miinah-ssi, kemarilah!” panggil Donghae saat aku sedang sibuk melihat boneka-boneka di toko souvenir.

“Ada apa?”

Tiba-tiba dia menjajarkan sesuatu di samping kepalaku. Dahinya berkerut seakan memikirkan sesuatu. Aku berniat menolehkan kepalaku ke arah benda yang ada di samping kiriku itu namun sebelah tangan Donghae menghalangiku. “Tunggu sebentar!” Dia mengangguk-angguk seperti berhasil memecahkan teka-teki. “Sangat mirip, pantas saja aku merasa familiar.” Akhirnya dia menunjukkan benda yang tadi di sejajarkan di kepalaku. Sebuah boneka koala yang sedang tersenyum.

Yakk.. Mirip darimana?” Aku memukulnya dengan boneka yang aku pegang.

“Lihat saja matanya!” Donghae menunjuk kedua mata boneka itu sambil menghindariku.

“Ini juga!” Aku mengangkat sebuah boneka ikan nemo. “Sangat mirip denganmu.”

“Boneka yang tampan,” ucap Donghae narsis.

..*0*..

“Lho, kau mau kemana?” tanya seseorang yang sedikit membuatku terlonjak kaget. Aku baru saja keluar kamar, berniat menemui Donghae. Tapi ternyata si ahjussi itu juga baru saja keluar dari kamarnya yang berada di sebelah kamarku.

Aish, kau mengagetkanku saja!”

“Kau mau kemana?”

“Menemuimu, memberitahumu jika aku akan pulang hari ini.”

“Pulang saja besok denganku. Hari ini temani aku,” pinta Donghae.

“Lho? Kau ingin jalan-jalan lagi? Bukannya hari ini pesta pernikahan temanmu?”

Dia mengangguk. “Akan sangat membosankan jika aku ke sana sendirian.”

“Maafkan aku. Aku sudah mengatakan pada Jungsoo Oppa akan aku pulang hari ini.”

“Ayolah. Kau bisa menghubunginya sekarang.” Donghae menyodorkan ponselnya. “Aku mohon.” Dia menatapku dengan puppy eyes-nya, membuatku berpikir bagaimana bisa laki-laki berusia 29 tahun melakukan aegyo yang begitu menggemaskan? Sebagai perempuan, aku merasa malu tak bisa melakukan aegyo seperti itu.

Aish, baiklah…” Aku mengambil ponselnya diiringi senyuman lebarnya.

~tbc~

 

Iklan

2 thoughts on “An Unexpected Holiday [Ch V]

  1. Asik seru banget disini Miina tertolong juga untuk Jungsoo oppa mau diajak kerjasama dgn tdk memberitahu nenek nya.. Mantabb dech jalan2 terus Donghae oppa n Miina nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s