Optimasi Metode Analisa Obat

Optimasi Metode Analisa Obat

Farmakokinetik meneliti perjalanan obat, mulai dari saat pemberianya, bagaimana absorbsi dari usus transport dalam darah, dan distribusinya ketempat kerjanya dan jaringan lainya. Begitu pula bagaimana perombakannya (biotransformasi) dan akhirnya diekskresi oleh ginjal. Singkatnya farmakokinetik mempelajari segala sesuatu tindakan yang dilakukan tubuh terhadap obat. (Tjan Hoan Tjay, 2007)

Teknik analisis hanya merujuk pada pengukuran dan evaluasi hasil pengukuran. Metode analisis merujuk pada penetapan kadar senyawa tertentu dan evaluasi hasil pengukuran, sedangkan prosedur analisis merupakan serangkaian proses mulai dari penyiapan sampel sampai evaluasi hasil pengukuran. Keseluruhan tahap atau langkah prosedur analisis dapat diringkas sebagai berikut:

a. Definisi masalah
Definisi masalah terkait dengan informasi analisis yang berhubungan dengan tingkat akurasi yang dibutuhkan. Selain itu menyangkut berapa lama waktu yang dibutuhkan, biaya diperlukan, ketersediaan alat, bahan, dan pelarut yang dibutuhkan untuk analisis.
b. Pemilihan teknik dan metode analisis.
Pemilihan teknik dan metode analisis terbaik yang akan digunakan untuk analisis sampel harus diperhatikan, apakah akan menggunakan kromatografi, spektrofotometri, titrimetri, atau yang lain.
c. Pengambilan sampel
Sampel harus dapat mewakili materi yang akan dianalisis secara utuh. Masalah pengambilan sampel merupakan hal yang tidak boleh dipandang ringan karena dari cara kita mengambil sampel itulah diperoleh hasil analisis.
d. Pra-perlakuan sampel atau pengkondisian
Pengubahan analit ke bentuk yang sesuai sehingga analisis dapat dideteksi atau dapat diukur harus juga diperhatikan. Tahap ini berkaitan dengan metode pemisahan. Pemilihan teknik-teknik pemisahan untuk suatu situasi yang spesifik tergantung pada sejumlah faktor. Pemilihan teknik ini umumnya didasari pada ketelitian dan ketepatan hasil analisis yang diperlukan.
e. Pengukuran analit yang diperlukan
Berbagai sifat fisika kimia dapat digunakan sebagai suatu cara identifikasi kualitatif dan pengukuran kuantitatif atau keduanya.
f. Perhitungan dan interpretasi data analisis
Suatu analisis dapat dikatakan selesai jika hasil-hasilnya dinyatakan sedemikian rupa sehingga si peminta analisis (customer) dapat memahami artinya.

Metode analisis
Suatu metode analisis terdiri atas serangkaian langkah yang harus diikuti untuk tujuan analisis kuantitatif, kualitatif, dan informasi struktur dengan menggunakan teknik tertentu. Dalam setiap analisis, pemilihan suatu metode analisis harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:
1. Tujuan analisis, biaya yang dibutuhkan, serta waktu yang diperlukan.
2. Level analit yang diharapkan dan batas deteksi yang diperlukan.
3. Macam sampel yang akan dianalisis serta pra-perlakuan sampel yang dibutuhkan.
4. Jumlah sample yang dianalisis.
5. Ketepatan dan ketelitian yang diinginkan untuk analisis kuantitatif.
6. Ketersediaan bahan rujukan, senyawa baku, bahan-bahan kimia, dan pelarut yang dibutuhkan.
7. Peralatan yang tersedia.
8. Kemungkinan adanya gangguan pada saat deteksi atau pada saat pengukuran sampel.

Metode yang baik harus memenuhi beberapa kriteria yaitu metode harus:
1. Peka (sensitive), artinya metode harus dapat digunakan untuk menetapkan kadar senyawa dalam kosentrasi yang kecil.
2. Tepat (precise), artinya metode tersebut menghasilkan suatu hasil analisis yang sama atau hampir sama dalam satu seri pengukuran.
3. Teliti (accurate), artinya metode dapat menghasilkan nilai rata-rata (mean) yang sangat dekat dengan nilai senenarnya(true value).
4. Selektif, artinya untuk menetapkan kadar tertentu, metode tersebut tidak banyak terpengaruh oleh adanya senyawa lain.
5. Kasar (rugged), artinya adanya perubahan komposisi pelarut atau variasi lingkungan tidak menyebabkan perubahan hasil analisis.
6. Praktis, artinya metode tersebut mudah dikerjakan serta tidak banyak memerlukan waktu dan biaya.
Walaupun untuk memenuhi semua persyaratan di atas sulit dicapai, namun sekurang-kurangnya metode analisis harus memenuhi syarat ketepatan, ketelitian, dan selektivitas. (Sudjadi, 2008)

Pustaka

Sudjadi. 2008. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka pelajar Yogyakarta.
Tjay, Tan Hoan dan Kirana Rahardja. 2007. Obat-Obat Penting. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s