The Unexpected Life : An Unexpected Holiday [Ch II]

Title :
The Unexpected Life :
An Unexpected Holiday

Author :
swithya_chan

Genre :
Romance, Friendship

Lenght :
Chapter

Rating :
PG 15

Cast :
YOU as Baek Miinah (OC)
Donghae Super Junior as Lee Donghae

Disclaimer:
Beberapa scene terinspirasi dari film, novel, komik favoritku dan selebihnya imanjinasiku.

Previous Chap :
[Cast + Prolog] [Teaser] [Ch 1]

~Chapter II~

Dahiku membentuk kerutan saat melihat adegan di depanku. Adegan yang biasanya hanya aku lihat di film – film action di TV atau bioskop. Beberapa orang berkepala botak mengerumuni seseorang sambil mengatakan sesuatu yang sepertinya sumpah serapah. Laki- laki yang ada di tengah-tengah mereka itu tampak kehabisan nafas. Sepertinya sebelum aku datang dia sudah menghajar dua laki-laki yang sekarang sudah terkapar di belakang mereka. Tiba–tiba mataku menangkap sebuah benda berkilat dikeluarkan salah satu dari laki – laki botak itu.

Entah apa yang aku pikirkan, aku langsung berlari ke arah orang itu dan melemparkan tendanganku. Orang itu tampak tak siap dengan apa yang aku lakukan sehingga membuatnya langsung terjengkang ke belakang.

Gwaenchana?”  Aish, bagaimana bisa dia mengerti dengan apa yang aku katakan? Babo Miinah. Ini Tokyo bukan Seoul. Aku merutuki diriku sendiri. Daijobu (apa kau baik-baik saja)?” ulangku.

Nan gwaenchana,” jawabnya lirih.

Eh, ternyata dia orang Korea. Baru saja aku berniat bertanya lebih lanjut tiba-tiba seseorang melayangkan pukulannya ke arahku. Untung saja gerak reflekku cukup bagus sehingga aku dapat segera menghindarinya. Jantungku bergedup kencang. Walau aku pernah belajar taekwondo, tapi menghadapi pertarungan yang sebenarnya membuatku was-was. “Aishh.” Aku mengaduh saat sesuatu tajam mengenai lenganku. “Sial!” dengusku kesal melihat darah segar mengalir dari lenganku. Aku terlalu lengah.

Si botak yang lain mencoba menyerangku kembali tapi untunglah orang asing itu langsung merubuhkannya dengan sekali pukul. “Lebih baik kita pergi sebelum teman-teman mereka datang,” ucapnya sambil menarik tanganku.

“Ee… Tunggu koperku!” seruku menunjuk koper hitam yang tak jauh dariku. Orang itu langsung meraihnya dengan tangan kirinya. Kami pun segera berlari menjauhi tempat itu. Setelah merasa cukup jauh, kami pun berhenti.

“Te.. te..rima kass..ih,” ucapnya dengan sedikit terbata – bata.

“Tta..ak masalahh..” ucapku juga terbata.

“Ehh.. Kau…”

OMO! Bukankah itu si pria dalam selimut itu? Yahh, pria tampan di sebelah kiriku saat di pesawat. Pria yang sempat dikira suamiku oleh si nenek yang duduk di samping kananku. “Ternyata kau…” kataku setelah berhasil mengatur nafasku.

“Kau mengikutiku, ya?” tuduhnya.

Mwo?” aku mendelik kesal padanya. Bagaimana bisa dia menuduhku melakukan hal bodoh seperti itu? Menyesal rasanya aku telah membantunya tadi. “Aish, appo!” keluhku saat merasakan rasa sakit dari lengan kiriku.

“Kau terluka?”

Apa dia buta? Lenganku sudah berlumuran darah seperti ini, dan dia masih bertanya seperti itu. Benar-benar laki-laki menyebalkan.

“Kemarikan lenganmu.” Tanpa menunggu jawabanku, laki – laki itu menarik lenganku.

“Aish..” Aku mengaduh pelan saat dia membalut luka itu dengan sapu tangan miliknya.

“Semoga saja itu cukup bisa menghentikan pendarahannya,” ucapnya perlahan. “Kau mau pergi kemana? Biar aku antar.”

“Aku mau ke hotel…..” Aku menyebutkan nama hotel tempat aku akan menginap.

“Kau menginap di hotel itu?”

Aku mengangguk.

***

“Kita sampai!!”

 Aku menatap gedung di depanku dengan perasaan lega. Akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang. “Gamsahamnida.” Aku membungkuk padanya. Walaupun sempat merasa kesal padanya tadi, tapi aku benar-benar merasa berterima kasih padanya.

Kajja!”

Aku mengikutinya. Dia terlihat sedang berbicara dengan petugas resepsionis. Sebaiknya aku mengambil id card-ku, mungkin saja mereka membutuhkannya untuk keperluan check in. Eh…

“Kabar buruk, mereka..”

“Aaaaaaaaaaaaaaa…!!!”

Yakk, kau kenapa?!”

“Tasku!! Tasku mana?” tanyaku panik. Aku menarik jaket laki-laki di depanku itu dengan panik. Mini bag milikku menghilang. “Eottokke?” Mataku mulai memanas. Seluruh uang, id card, paspor, visa maupun ponselku ada di dalam tas itu. Tamatlah riwayatku!!!

“Sstt, tenanglah dulu! Aku yakin tasmu terjatuh di tempat tadi. Begini saja, kita istirahat dulu saja. Besok kita kembali ke sana.”

Aniyo! Bagaimana jika hilang? Aku tak bisa menunggu lagi. Lebih baik aku kembali ke sana sekarang!”

“Jangan gila!!! Bagaimana jika orang-orang itu masih ada? Lenganmu juga sedang terluka. Kau tak mungkin melawan mereka lagi saat ini.”

“Tapi..”

“Sudahlah. Ayo ikut aku!!” Lagi – lagi dia menarikku ke dalam lift dan kami menuju ke lantai 5. Kami melewati beberapa kamar dan langkah kami berhenti saat kamar no 2511 berada di depan kami. “Masuklah,” katanya seraya membuka pintu.

Aku mengikutinya masuk. Kamar yang tidak bisa dikatakan sederhana. Beberapa furniture mewah terdapat di dalam kamar itu.

“Duduk dan kemarikan tanganmu.” Laki – laki itu sudah berdiri di depanku dengan kotak P3K di tangannya. “Tahan sebentar,” ucapnya begitu mendengarku mengaduh pelan saat dia membersihkan lukaku dengan alkohol. “Lebih baik kau istirahat dulu saja di sini karena seluruh kamar hotel ini penuh malam ini,” ucapnya setelah selesai membalut lukaku dengan perban.

MWO?!”

“Tenang saja, aku sudah melakukan reservasi. Jadi jika besok sudah ada yang check out, kau bisa menempatinya,” lanjutnya saat melihat kekhawatiran di wajahku. “Beristirahatlah. Aku pergi sebentar.”

Belum sempat aku mengatakan sesuatu padanya, laki–laki itu sudah menghilang dari balik pintu. Aku mendesah pelan kemudian melayangkan pandanganku ke seluruh sudut kamar ini sekali lagi. Kamar itu sangat luas. Selain terdapat ranjang berukuran besar terdapat pula sebuah sofa, buffet, toilet, dan beberapa barang elektronik ada di dalam kamar ini. Aku menyandarkan seluruh tubuhku ke sofa. Ahh… nyaman sekali!!!

Eh.. Apa yang kulakukan? Benar-benar gila!! Kenapa aku menurut begitu saja saat laki-laki itu mengajakku ke kamarnya. Aku kan tak mengenalnya. Jika Halmeoni tahu dengan apa yang aku lakukan, beliau pasti menggantungku. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika dia melakukan sesuatu yang tak pantas dilakukan? Seperti….

OMO!!! Eottokke???

Aku harus pergi! Aku tak mungkin diam saja di sini. Tapi aku harus pergi ke mana? Aish. “Oke, tenangkan dirimu terlebih dahulu, Miinah. Kau harus tenang.” Aku mengatur nafas perlahan sambil menghitung, “Satu.. dua.. tiga..” Merasa hal itu belum cukup,  aku meraih gelas yang ada di depanku dan mengisinya dengan minuman yang ada di sebelahnya. Aku menghabiskannya dengan satu teguk. Aku mengisi gelas itu kembali, berharap gelas kedua ini bisa menjernihkan pikiranku.

..*0*..

Aku menggeliat saat merasakan sinar matahari menerpa tubuhku. Perlahan aku membuka mataku. Sesosok manusia yang sedang menyibakkan tirai tertangkap di kedua pasang mataku. Aroma mint segar dari tubuhnya seakan menggelitik perutku.

Nugu?

Aku menyipitkan kedua mataku, berharap ini dapat mempertajam penglihatanku yang saat ini sedikit kabur. Namun sayang, usahaku tak berhasil. Aku mencoba mengangkat tubuhku. Aish, kenapa kepalaku terasa berat sekali? Apa yang terjadi? Aku menekan-nekan samping kepalaku dengan kedua jariku.

Sosok manusia yang ternyata seorang laki-laki itu tampak menyadari kehadiranku. Laki-laki? Kenapa ada laki-laki di sini? Dan.. kenapa dia hanya memakai handuk? Eh.. handuk???

~tbc~

Author’s note :
Annyeong, uri reader!! Pendek lagi ya? Mianhaeyo *deep bow*. Aku bener-bener paling jenuh baca ato bikin FF yg panjangnya mo ngalahin sinetron Tersanjung *semoga ada yg tau*. Buat para student yg nunggu Minho n Yonghwa, sepertinya harap sabar menunggu ya. Hehe.. Dan, plis komen dan dukungn kalian. Rasanya menohok banget liat view’nya yg cukup byk tapi gak satupun ninggalin jejak. Last, thank you!!

Iklan

2 thoughts on “The Unexpected Life : An Unexpected Holiday [Ch II]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s